11 August 2022

Aktivis GmnI Alor, Desak Copot Jabatan kepala BMKG Alor

Alor kartakita- Sekretaris Gerakan mahasiswa nasional Indonesia (GmnI) Cabang Alor, Jamaludin Illu mendesak Pimpinan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi NTT dan yang berada di pusat, untuk segera melakukan pencopotan jabatan sebagai Kepala Stasiun BMKG Alor, jika berdasarkan bukti permulaan dan gelar perkara yang dilakukan Polres Alor, Kepala BMKG Alor terindikasi bersalah sehingga ditetapkan sebagai tersangka, karena baginya tidak etis seseorang yang menyandang status tersangka masih memangku jabatan sebagai kepala sebuah instansi di Kabupaten Alor. Jamaludin juga menambahkan bahwa jika sudah menjadi tersangka akan lebih baik jabatan Kepala BMKG Alor, dapat di percayakan kepada figur yang lebih berkompeten, sehingga kepala BMKG bisa fokus kepada kasus yang di hadapinya.

“Kalau sudah ada bukti permulaan yang cukup dan hasil gelar perkara sudah mengindikasikan bersalah, sehingga dapat di tetapkan sebagai tersangka, tentunya kami mendesak kepada pimpinan lembaga BMKG baik yang di provinsi maupun yang ada di pusat, untuk segera melakukan pencopotan jabatan kepala stasiun BMKG Alor, karena rasanya tidak etis jika sudah menjadi tersangka, tetapi masih menjabat sebagai kepala instansi tertentu di Kabupaten Alor, akan lebih bagus jika jabatan tersebut di berikan kepada orang yang berkompeten sehingga, Kepala BMKG Alor bisa fokus menjalani kasus yang di hadapinya”.ujar jamaludin illu, Sekretaris GmnI Alor saat di wawancarai selasa (11/8/2020), seusai melakukan aksi demonstrasi di Polres Alor bersama Aliansi Pemerhati Anak dan Perempuan.

Jamal juga mengatakan bahwa jika sudah berstatus tersangka namun masih menjabat sebagai Kepala instansi tertentu, memungkinkan untuk mempengaruhi efektivitas berjalannya kasus tersebut karena tentu saja jabatan yang di miliki masih melekat aspek pengaruh yang dapat berefek pada oknum- oknum tertentu.

“Jadi, kalau sudah ditetapkan sebagai tersangka dan masih menjabat sebagai Kepala instansi tertentu maka dapat mempengaruhi berjalannya kasus, karena pada jabatan yang dimiliki melekat aspek pengaruh dan fasilitas- fasilitas tertentu, sehingga ada kemungkinan untuk melakukan lobi-lobi atau pendekatan-pendekatan terkait kasus yang di jalani, hal ini lah yang betul-betul ingin kami hindari, sehingga harapan kami, begitu ada penetapan tersangka maka sesegera mungkin diikuti dengan pencopotan jabatan sebagai Kepala stasiun BMKG Alor”. tutur Sekretaris GmnI Alor. Selasa (11/8/2020). (Gitur)