29 May 2022

Aliansi Pemerhati Perempuan dan Anak Kabupaten Alor, Sambangi Dinas Pendidikan Alor Guna Lakukan Audiens

Alor-Kartakita Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, di datangi Aliansi Pemerhati Perempuan dan Anak Kabupaten Alor, Jumad (28/8/2020).Kehadiran Aliansi Menyambangi Dinas Pendidikan Kabupaten Alor bertujuan untuk melakukan Audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Jajarannya terkait dengan kelanjutan Pendidikan tiga korban Kasus Dugaan Persetubuhan dan Eksploitasi Seksual terhadap 3 orang Anak di Kabupaten Alor.
Selanjutnya, Aliansi Pemerhati Perempuan dan Anak Kabupaten Alor diterima Oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Albert Ouwpoly,S.Pd.,M.Si bersama Sekretaris Dinas Pendidikan dan 4 Kabid di ruangannya.
Aldi D Mooy, Kordinator Umum Aliansi menyampaikan tujuan kedatangan Aliansi yakni meminta agar Dinas Pendidikan Kabupaten Alor dapat memfasilitasi dan membantu ketiga korban untuk melanjutkan Pendidikannya, bahkan Aldi juga menyampaikan keinginan ketiga orang tua korban agar anak- anaknya bisa melanjutkan sekolah di pesantren, sehingga Aldi berharap Dinas Pendidikan Alor bisa membantu dan Memfasilitasi terwujudnya keinginan tersebut.

“Tujuan Utama Kami melakukan Audiensi dengam Dinas Pendidikan Kabupaten Alor yaitu kami ingin agar Dinas Pendidikan Kabupaten Alor dapat membantu Ke tiga anak korban persetubuhan dan eksploitasi seksual untuk dapat melanjutkan pendidikannya, ketiga korban ini ada satunya putus sekolah di bangku SD dan 2 Korban lainnya di bangku SMA, Sehingga Korban dan Orang tuanya berharap korban dapat dibantu untuk kembali melanjutkan pendidikannya, dan secara khusus, orang tua korban lebih berbahagia kalau anaknya dapat dibantu untuk melanjutkan pendidikan di Pesantren, itu harapan orang tua Korban, sehingga harapa kami, Dinas pendidikan Kabupaten Alor dapat membantu dan memfasilitasi agar harapan tersebut dapat diwujudkan” Papar Aldi D. Mooy saat melakukan Audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor.

Alberth Ouwpoly,S.Pd.,MSi, Selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor menjawab pernyataan Aliansi Pemerhati Perempuan dan Anak Kabupaten Alor, dengan Menyatakan bahwa pada dasarnya Dinas Kabupaten Alor akan siap membantu seluruh masyarakat untuk mendapat pendidikan, dan untuk ketiga korban tersebut, menurutnya ada 3 alternatif yang bisa dipilih yakni Para Korban bisa Ikut Paket A dan Paket C, atau bisa direkomendasikan untuk melanjutkan sekolah reguler dan yang terakhir jika ingin melanjutkan Sekolah ke pesantren maka yang menjadi kewenangan Kabupaten hanya pada tingkatan SD dan SLTP sedangkan untuk SLTA menjadi Kewenangan Provinsi sehingga Aliansi harus bersurat dan membangun kordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

“Pada Hakikatnya pasti kita akan selalu mendukung seluruh masyarakat untuk mendapatkan Pendidikan, karena itu memang hak masyarakat, sehingga ketiga korban bisa diminta untuk melanjutkan sekolah saja, dan kami bisa pastikan tidak ada tenaga pendidik yang akan menghalang- halangi, akan tetapi kalau menimbang mengenai perkembangan dan pertumbuhan Psikologi anak seperti yang tadi dijelaskan, tentu memang berat untuk melanjutkan sekolah kembali di lingkungan tempat tinggal nya, sehingga nanti dapat kita bantu untuk ikut kejar Paket A kemudian dapat melanjutkan ke tingkat SLTP atau kalau mau ke pesantren, ya itu harus di luar Alor jadi nanti masukan permohonan mutasi rayon kemudian kita buatkan rekomendasinya mau ke pesantren mana, sedangkan untuk yang SLTA bisa ikut Paket C kemudian kalau mau lanjut ke perguruan tinggi mana saja bisa, karena ijazahnya setara dengan Ijazah SLTA, tapi kalau yang SLTA juga mau ke pesantren maka itu bukan kewenangan Kabupaten, melainkan itu kewenangan Provinsi jadi, adek-adek Aliansi dapat berkordinasi ke Dinas Pendidikan Provinsi NTT. namun kalau ikut Paket A dan Paket C maka data-datanya bisa dibawa untuk kita bantu daftarkan ke PKBM, ada beberapa PKBM di Alor jadi bisa di siapkan datanya untuk daftar”. Papar Alberth Ouwpoly saat Audiensi bersama Aliansi Pemerhati Anak dan Perempuan Kabupaten Alor Jumad (28/8/2020). (GITUR).