Apa yang Bisa Kita Pelajari Dari Kasus Geprek Bensu?

Opini, Karta Kita — Baru baru ini publik diramaikan dengan perseteruan merek dagang antara selebriti Ruben Onsu dan pengusaha Benny Sujono. Ruben yang belakangan merambah usaha kuliner dengan mendirikan Geprek Bensu menggugat Benny Sujono yang lebih dulu mendirikan usaha kuliner dengan merek I am Geprek Bensu.

Kisah ini berawal dari gugatan yang diajukan oleh pihak Ruben Onsu pada Agustus 2019 ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Gugatan ini ditolak hingga akhirnya pihak Ruben Onsu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Sayangnya pengajuan kasasi juga kembali ditolak oleh Mahkamah Agung. Mahkamah Agung memerintahkan Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM selaku lembaga yang berhak mencoret merek dagang dari Geprek Bensu. Hal itu tentu menjadi kerugian besar bagi Ruben Onsu mengingat khalayak banyak sudah begitu akrab dengan merek dagang Geprek Bensu.

Di era industri seperti sekarang ini perkembangan usaha bisa terjadi sangat pesat. Banyak perusahaan rintisan atau yang akrab disebut perusahaan start up memunculkan ide-ide baru untuk mewarnai dunia bisnis di Indonesia. Mayoritas dari mereka adalah anak muda yang berani keluar dari zona nyamannya.

Semakin hari semakin banyak ide dan inovasi bermunculan, semakin banyak juga brand yang diciptakan. Namun sekarang yang menjadi permasalahan, apakah brand tersebut benar-benar baru atau sudah dimiliki sebelumnya oleh orang lain?

Di Indonesia sendiri, aturan tentang brand atau merek dagang menjadi kewenangan Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM. Dalam hal ini, Indonesia yang merupakan negara hukum menganut sistem first to file atau siapa yang pertama mendaftarkan HKI itulah yang menjadi pemiliknya.

Lantas jika kita melihat kembali kepada perkara Ruben Onsu, bahwa seperti yang kita ketahui kata “Bensu” merupakan singkatan nama dari Ruben Onsu. Namun hal itu tidak berlaku apabila belum didaftarkan kepada Dirjen Kekayaan Intelektual. Dalam hal ini, pihak Benny Sujono lah yang pertama mendaftarkan merek dagang Geprek Bensu.

Memang terdengar ganjil ketika seseorang tidak bisa menggunakan namanya sendiri sebagai produknya hanya karena namanya sudah didaftarkan dan digunakan oleh pihak lain. Sebagai penutup, banyak pelajaran yang dapat diambil dari perkara Geprek Bensu ini.

Jika anda berniat memulai usaha atau sudah berkecimpung dalam dunia usaha anda perlu mencari tahu apakah merek dagang yang akan anda gunakan sudah pernah digunakan oleh orang lain atau belum? Jika anda adalah penemu pertama, gunakanlah dan daftarkanlah hak kepemilikan merek dagang tersebut agar tidak diklaim oleh orang lain. Karena sejatinya Kekayaan Intelektual merupakan ide dan inovasi yang harus dilindungi keberadaannya.

Royandi 

Praktisi Hukum

Sumber Ilustrasi : Suara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *