Calon Tunggal di Pilkada Meningkat, Akademisi dan Bawaslu: Saatnya Parpol Introspeksi

Ulasan, Karta Kita — Akademisi Politik dari Universitas Dipenogoro, Wijayanto menilai Pilkada dengan calon tunggal merupakan preseden buruk untuk demokrasi karena membatasi pilihan rakyat.

Baca juga: Tiga Daerah Di Sumatera Utara Pilkada Dengan Calon Tunggal

Menurutnya, sebagaimana diberitakan oleh Kompas.com, memang masih ada pilihan untuk mencoblos kolom kosong namun melihat karakter pemilih di Indonesia yang masih cenderung datang ke TPS jika dimobilisasi.

Sementara mobilisasi biasanya dilakukan oleh calon sementara kolom kosong tidak mungkin memobilisasi pemilih. Wijayanto juga mengatakan bahwa calon tunggal pada Pilkada merupakan pertanda bahwa partai politik gagal melakukan kaderisasi dan memunculkan calon alternatif.

Senada dengan Wijayanto, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad Afifuddin juga mengajak partai politik dan semua pihak introspeksi. Peningkatan jumlah calon tunggal pada Pilkada serentak 2020 berkaitan dengan kaderisasi calon pemimpin.

“Parpol dan kita semua harus introspeksi diri mengapa banyak calon kepala daerah tunggal. Tentu ada kaitannya dengan kaderisasi calon pemimpin.” ungkap Afifuddin sebagaimana diberitakan Kompas.com.

Menariknya Afif juga menyinggung ketidaksesuaian rekomendasi DPP partai dengan usulan partai di daerah sebagai salah satu pemicu terjadinya calon tunggal kepala daerah. Diketahui terdapat beberapa calon kepala daerah yang diusulkan oleh pengurus daerah partai politik namun pada akhirnya rekomendasi pengurus pusat memunculkan nama yang berbeda.

Memang berdasarkan Undang-Undang No. 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang No. 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Menjadi Undang-Undang dikatakan bahwa yang berhak merekomendasikan calon kepala daerah adalah DPP partai politik.

Hal ini tertuang pada Pasal 42 ayat 4, 4a, 5, 5a dan 6 Undang-Undang No. 10 Tahun 2016. “Pendaftaran pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur oleh Partai Politik ditandatangani oleh ketua Partai Politik dan sekretaris Partai Politik tingkat Provinsi disertai Surat Keputusan Pengurus Partai Politik tingkat Pusat tentang Persetujuan atas calon yang diusulkan oleh Pengurus Partai Politik tingkat Provinsi.” bunyi ayat 4.

“Dalam hal pendaftaran pasangan calon sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tidak dilaksanakan oleh pimpinan Partai Politik tingkat Provinsi, pendaftaran pasangan calon yang telah disetujui Partai Politik tingkat Pusat, dapat dilaksanakan oleh pimpinan Partai Politik tingkat Pusat.” lanjut ayat 4a.

Sementara pada ayat 5 dikatakan, “Pendaftaran pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati serta pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota oleh Partai Politik ditandatangani oleh ketua Partai Politik dan sekretaris Partai Politik tingkat Kabupaten/Kota disertai Surat Keputusan Pengurus Partai Politik tingkat Pusat tentang Persetujuan atas calon yang diusulkan oleh Pengurus Partai Politik tingkat Provinsi.”

“Dalam hal pendaftaran pasangan calon sebagaimana dimaksud pada ayat (5) tidak dilaksanakan oleh pimpinan Partai Politik tingkat Kabupaten/Kota, pendaftaran pasangan calon yang telah disetujui Partai Politik tingkat Pusat, dapat dilaksanakan oleh pimpinan Partai Politik tingkat Pusat.” bunyi ayat 5a.

Terakhir pada ayat 6 berbunyi, “Pendaftaran pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur, pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, serta pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota oleh gabungan Partai Politik ditandatangani oleh para ketua Partai Politik dan para sekretaris Partai Politik di tingkat Provinsi atau para ketua Partai Politik dan para sekretaris Partai Politik di tingkat Kabupaten/Kota disertai Surat Keputusan masing-masing Pengurus Partai Politik tingkat Pusat tentang Persetujuan atas calon yang diusulkan oleh Pengurus Partai Politik tingkat Provinsi dan/atau Pengurus Partai Politik tingkat Kabupaten/Kota.” (jfs/kartakita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *