Dua Stafsus Milenial Jokowi Mundur, Imanuel: GMNI Dukung Chrisman Damanik

Jakarta, Karta Kita – Pengunduran diri dua Staf Khusus Presiden, Adamas Belva Devara dan Andi Taufan, ditengarai karena polemik akibat dugaan konflik kepentingan adalah alarm untuk memperbaiki syarat pengisian jabatan staf khusus Presiden ke depan.

Belva Devara yang merupakan CEO Ruang Guru dan Andi Taufan yang merupakan CEO PT Amartha Mikro Fintek berpotensi memanfaatkan posisinya sebagai Stafsus Presiden untuk mengambil keuntungan dari program pemerintah untuk perusahaan yang saat ini mereka kelola.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Imanuel Cahyadi mengatakan, pengunduran diri Belva dan Taufan harus dijadikan bahan evaluasi agar kedepannya tidak diisi orang yang sarat akan konflik kepentingan.

“Menurut kami pengunduran diri dua Staf Khusus Presiden tersebut adalah bentuk tanggung jawab mereka agar situasi saat ini tidak menjadi polemik berkepanjangan. Kedepannya kita harapkan agar posisi yang ditinggalkan oleh Mas Belva dan Mas Andi dapat digantikan oleh orang yang tepat dan bebas dari konflik kepentingan” ungkapnya.

Imanuel menilai, sosok yang seharusnya didorong untuk mengisi posisi Staf Khusus Presiden yang kosong tersebut adalah orang yang tidak hanya cakap dalam mengemban tugas sebagai staf khusus, namun perlu memahami persoalan empiris bangsa dan dekat dengan rakyat.

“Kami menyampaikan hal tersebut sebagai masukan agar dapat menjadi bahan pertimbangan Presiden. Kami yakin Bapak Presiden akan memilih orang yang tepat untuk mengisi jabatan Staf Khusus yang baru saja ditinggalkan.” ucap dia.

Imanuel menambahkan, pihaknya sudah memiliki alternatif nama yang dianggap kapabel untuk mengemban tugas yang ditinggalkan Belva dan Andi saat ini. Ia menyebutkan bahwa Chrisman Damanik memiliki kompetensi dan layak mengisi pos tersebut. Chrisman dinilai kapabel membantu Presiden Jokowi menjalankan tugas sampai akhir masa bakti pada 2024 mendatang.

“Bung Chrisman selain pengusaha beliau juga memiliki pengalaman sebagai aktivis mahasiswa yang kerap turun kepada rakyat kecil hingga akhirnya menduduki Jabatan Ketua Presidium GMNI periode 2015-2017. Semangat membantu masyarakat kecil juga diteruskan dalam aktivitas advokasi hukum melalui LBH Trisakti. Kami yakin dengan segala kompetensi yang dimilikinya, beliau bisa memberi sumbangsih positif bagi Pak Jokowi dan juga bagi masyarakat Indonesia” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *