21 April 2021

Efektivitas dan Dampak Penyaluran Bantuan Sosial Tunai di Tengah Pandemi

Palangkaraya, Karta Kita — Pendistribusian Bantuan Sosial Tunai harus segera sampai untuk membantu masyarakat yang terkena dampak Covid 19 sesuai dengan arahan dari Presiden Jokowi.

Baca juga: Kegiatan 4 Pilar Endro Suswantoro Yahman, Anggota MPR RI

Kepala kantor Pos Palangkaraya, Andyan Pradipta mengatakan bahwa bantuan ini berasal dari Kementerian Sosial yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dalam bentuk uang tunai bukan sembako.

PT Pos sebagai penyalur yang ditugaskan pemerintah akan memverifikasi langsung data penerima dari Kementerian Sosial ataupun dinas sosial.

“Kami ditunjuk langsung oleh pemerintah dalam menyalurkan dana  bantuan sosial tunai tepat kepada penerima ”, kata Andyan kepada media pada Senin (28/9).

Terkait proses pendistribusiannya, Andian menyebutkan bahwa ada 3 cara proses penyaluran bantuan dengan memperhatikan secara detail kondisi-kondisi yang ada di masyarakat. Pertama, PT Pos menjadwalkan pemberian BST untuk masyarakat yang mudah mengakses kantor pos. Masyarakat penerima bantuan dapat datang langsung ke kantor pos sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Proses kedua yakni dengan Petugas Pos datang  ke komunitas atau kelompok masyarakat yang tinggal yang cukup jauh kota.

“Kondisi masyarakat dibeberapa daerah berbeda-beda, apabila mereka berada cukup jauh dari kota, kantor pos akan mendatangi komunitas namun tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat”, kata Andyan.

Dan ketiga, PT Pos datang langsung memberikan bantuan tunai langsung dari rumah ke rumah. Proses penyaluran ini dilakukan karena terdapat masyarakat mengalami disabilitas dan juga kaum lansia.

“Bantuan ini kita antarkan langsung karena ada orang-orang yang sedang sakit, disabilitas ataupun orangtua kita yang sama sekali tidak bisa datang ke kantor pos”, lanjut Andyan.

Adapun terkait dengan daerah Tertinggal Terluar dan Terdepan (3T), menurutnya sejauh ini masih bisa dilaksanakan penyaluran. Kendala yang terjadi mungkin terkait dengan tidak ada sinyal di daerah tersebut. Sehingga petugas Pos tidak bisa melakukan laporan online saat menyalurkan bantuan.

“Daerah seperti ini memang diberikan treatment khusus dalam penyalurannya. Kami sekaligus membayarkan tiga tahap. Hal ini dikarenakan akses yang cukup sulit seperti  di beberapa desa di  Kabupaten pulang pisau. Durasi  perjalanan untuk bisa sampai ke lokasi  lebih dari 8 jam Lebih lanjut Andian menyampaikan bahwa bantuan ini harus secapatnya disalurkan agar masyarakat tenang dan memang sangat diperlukan. ”, kata Andyan.

Agar penyaluran efisien dan akuntabel, PT Pos telah membangun sistem CGS (Core Giro System). Sistem ini dijalankan untuk memperlancar proses distribusi dan juga proses pengawasan penyaluran bantuan.

“ Aplikasi platform digital ini bekerja dengan sistem scaning QR Code dari data-data penerima bantuan. Orang datang di scan dan dicocokkan dengan KTP kemudian petugas pos akan mendokumentasikannya. Sistem ini akan bisa diakses oleh Pemerintah baik itu Kementerian dan pihak luar juga bisa melihatnya secara realtime. Penyaluran bantuan bisa diawasi oleh semua pihak”, pungkas Andyan.