GMNI Cabang Waingapu Mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Sumba Timur Mempertanyakan Persoalan Dampak Covid – 19

NTT Kartakita-Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Bersama Keluarga Korban dampak Covid – 19, mendatangani Kantor DPRD Kabupaten Sumba Timur untuk mempertanya kepada pihak pemerintah mengenai si korban (Alm RY, mengalami penyakit HIV). Waingapu Rabu, 04 November 2020.

Yang hadir dalam Audies yaitu, Pihak Dewan Pimpinan Rakyat Daerah Kabupaten Sumba Timur (Komisi C), dan juga Pihak pemerintah dalam hal ini Bapak Asisten 2 Kabupaten Sumba Timur, Sekrataris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumba Timur, Ibu Derektur Rumah Sakit Umum Umbu Rara Meha, dan juga dari Organisasi Kemasyarakatan ( GMNI Cabang Waingapu).

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia pada tanggal 04 Oktober 2020 tepatnya Di Sekretariat GMNI Cabang Waingapu, kami di datangi keluarga yang di nyatakan positif Covid – 19 oleh tim gugus covid – 19 Kabupaten Sumba Timur.

Dimana tempat kediaman korban di Marumata kelurahan Lambanapu Kecamatan Kambera. Adapun tujuan yang bersangkutan mendatangi kami adalah untuk meminta bantuan agar dapat difasilitasi dalam penyelesaian persoalan yang di hadapi saat ini. Jelas Ketua GmnI (Jumlitan Saulus Windi) dalam kronologi persoalan.

Pada tanggal 02 Agustus 2020; Alm RY yang dinyatakan mengalami sakit dan memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedono Medium dan dilakukan tes swab serta tes darah lengkap, dan dinyatakan 03 Agustus 2020 Alm RY positif HIV dan TBC.

Pada tanggal 06 Agustus 2020; terkonfirmasi Negatif Covid – 19 oleh rumah sakit Daerah Dr. Soedono Madium dengan berupa data dari rumah sakit, pada tanggal 03 September 2020 si Korban tiba di marumata kelurahan Lambanapu.

Menjelang 1 hari setelah di tiba di marumata korban tersebut melakukan pemeriksaan di Puskesmas Kambaniru bersama dengan Simon Pelipus * Adik kandung Alm. RY*, dan dipulangkan dari pihak Puskesmas dengan memberi obat jalan berupa obat akut lambung.

Dan pada akhirnya Alm menuju Poles Sumba Timur pada tanggal 07 September 2020 untuk mendapat bantuan atau perlindungan namun pihak poles mengarahkan ke dinas sosial pada jam 07 malam Alm di jemput oleh Adik kandungnya untuk pulang ke marumata.

Dan Alm dinyatakan meninggal dunia pada pukul 04 dini hari tepatnya dirumah adik kandungnya di marumata, tepat pukul 11. 00 Wita pihak gugus Covid – 19 datang kerumah duka untuk mengambil sample swab. Sekitar pukul 14. 00 Wita pihak gugus Covid -19 menginformasikan melalui telepon genggam bahwa Alm positif Covid – 19.

Akhirnya tim gugus Covid – 19 membawa jenasah ke rumah sakit Umum (RSUS) Umbu Rara Meha untuk diadakan kebaktian pemakaman oleh tim gugus. Tepatnya jam 19. 00 Wita tim gugus membawa jenasah ke pemakaman di tempat pemakaman umum KM 8.

Pada akhirnya keluarga yang berhubungan erat dengan Alm di bawa untuk di ambil samle swabnya di posko Covid -19 di Puskesmas Kambera. Pada akhirnya 23 September 2020 Adi Alm mendapatkan telepon dari tim gugus Covid – 19 bahwa 9 orang keluarga yang berhubungan erat dengan pasien ( Alm dinyatakan terkonfermasi Negatif Covid – 19).

Ketua RT 03/RW 01 Kelurahan Lambanapu pada tanggal 10 September 2020 sebagai pemerintah setempat di tingkat RT mendatangi Ibu Lurah Lambanapu untuk menyampaikan persoalan yang teejadi di tingkat RT 03/RW 01 kelurahan Lambanapu, terkait dengan dipulangkannya keluarga korban dan tidak ada penangganan sesuai SOP penangganan Covid – 19. Dengan adanya persoalan sosial dan ekonomi di masyarakat yang di tinggalkan begitu saja oleh pemerintah dalam hal ini adalah tim gugus Covid – 19.

“Setelah itu juga melihat tidak ada penangganan lebih khusus dari tim gugus covid – 19 baik dari tingkat kelurahan sampai tingkat Kabupaten sehingga dengan hal tersebut membuat keluarga dan masyarakat bertanya – tanya”, Jelas Ketua GMNI dalam Kronologi Persoalan.

Adapun keluarga dan warga merasa dirugikan:
1. Tidak mendapatkan kepastian dari pemerintah terkait dengan status tersebut apakah Covid – 19 atau bukan.
2. Keluarga Alm. Dalam hal ini adi kandung Alm dirumahkan sementara dari tempat kerja sehingga menghilangkan sumber pendapatan keluarga.
3. Baik keluarga maupun warga sekitar marumata mendapatkan stigma buruk dari masyarakat luar marumata sehingga mereka tidak mendapat menjual barang atau hasil usaha mereka keluar. Sehingga hal ini memberikan dampak yang sangat besar terhadap pendapatan dan perekonomian baik keluarga ataupun warga marumata.
4. Baik keluarga ataupun warga marumata, tidak diterima di beberapa tempat. Baik itu untuk berlanja ataupun hanya sekedar bersilaturahmi dengan keluarga.

Adapun harapan keluarga korban dan warga sekitar marumata:
1. Meminta klararifikasi/penjalasan dari tim gugus Covid – 19 ataupun instansi yang berwewenang terkait kasus tersebut.
2. Meminta klarifikasi/penjalasan dari tim gugus tugas terkait dengan tidak adanya tindakan penangganan khusus terkait dengan covid – 19 yang dinyatakan sona merah namun tidak ada penangganan khusus dari tim gugus covid – 19 ataupun pemerintah setempat (tidak adanya bantuan terhadap warga dan keluarga Alm selama karantina mandiri).

Adapun hasil pertemuan tadi adalah dari Pihak DPRD Kabupaten Sumba Timur Siap Mengkeluarkan Surat Rekomodasi untuk mendampangi kasus tersebut. Sumber Kronologi; Bpk Simon Pilipus (Adik kandung Alm. RY).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *