GMNI Dukung Perjuangan Petani Simalingkar Dan Sei Mencirim Atas Hak Tanah

Jakarta, Karta Kita — Konflik agraria terus terjadi di pemerintah Jokowi. Petani yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) digusur paksa oleh PTPN II walau warga di sana sudah hidup sejak 1951.

Baca juga: Gerakan Tani Banten Sambut Kedatangan Petani Sei. Mencirim dan Simalingkar di Merak

Sulaiman Sembiring selaku kordinator mengatakan bahwa aksi longmarch dari Deliserdang, Sumatera Utara hingga Jakarta ingin menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo mengenai kehidupan petani yang berada di Desa Simalingkar A dan Desa SEI Mencirim telah dirampas paksa oleh PTPN II.

Selanjutnya Sulaiman menambahkan petani yang sudah hidup di sana sejak 1951 Telah mengantongi SK Landreform 1984 dan sudah ada yang memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) namun masih digusur juga.

Melihat peristiwa ini Imanuel Cahyadi selaku Ketua Umum GMNI memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan petani Simalingkar dan Sei Mencirim atas tanah. “Penggusuran  ini adalah salah satu kegagalan Pemerintahan Jokowi di sektor agraria walau sukses di infrastruktur”, jelas Cahyadi yang merupakan Alumni Hubungan Internasional UNPAD.

Cahyadi menuntut agar Presiden Jokowi menemui petani yang sudah berjalan kaki dari Deli Serdang ke Jakarta dan turun langsung melihat kondisi lapangan serta menangkap oknum yang melakukan penggusuran paksa. Ia menambahkan bahwa  peristiwa ini  bertentangan dengan  UUD 45 dan UUPA No.5/1960 yang merupakan  agenda reforma agraria sejati.

Dalam kesempatannya, Ketua DPP GMNI Bidang Nelayan dan Buruh, Ari menyampaikan bahwa selain mendukung perjuangan petani Simalingkar dan Sei Mencirim, GMNI memberikan sedikit bantuan yakni, 30 paket sembako berupa beras,minyak goreng ,gula dan mie instan.

“Agar aksi tetap sesuai protokol kesehatan, GMNI juga memberikan 200 masker dan Sanitizer untuk mencegah petani terserang Covid-19. Ini  adalah wujud dari rasa solidaritas terhadap sesama bangsa Indonesia yang masih belum mendapat keadilan di tanah air”, kata Ari.

Ari juga mengajak seluruh element masyarakat untuk mendukung perjuangan petani Simalingkar dan Sei Mencirim serta mengingatkan Pemerintahan Jokowi agar menjalankan reforma agraria sejati agar tidak terjadi gelombang aksi masa besar-besaran. (AGP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *