Inspirasi| Deryanus Snae : “Kerja Tidak Harus Ngantor, Banyak Lahan Masih Belum Diolah

Kefamenanu-karta kita, Pertanian merupakan bidang yang dianggap remeh, padahal tanpa pengelolaan pertanian yang benar kita bisa menjadi negara kelaparan. Dengan potensi tanah dan kesuburan yang kita miliki, Indonesia berpotensi menjadi pemain utama pangan dunia bukan hanya Asia.

Pemerintah sudah melakukan banyak program agar ketahanan pangan kita semakin baik. Lalu bagaimana dengan Kita? Siapkah kita menjadikan Indonesia sebagai pemain utama pangan dunia.

Pada dasarnya karakteristik milenial di Indonesia khususnya di TTU berbeda-beda, berdasarkan wilayah maupun kondisi sosial ekonomi. Tetapi demikian, generasi tersebut biasanya ditandai dengan adanya peningkatan penggunaan serta keakraban dengan komunikasi, media, juga teknologi digital.

Seorang sarjanawan tidak harus bekerja di kantor, sebab banyak potensi yang dimiliki dan berbagai macam bakat serta kekayan alam di wilayah Nusantara.

Generasi milenial adalah generasi yang berpotensi, ia memiliki karakter yang bagus.

Lalu, apa tujuan dan peranan kaum milenial di dunia pertanian? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa saat ini pemerintah mulai membentuk petani milenial, sebab dianggap mampu mendongkrak perekonomian bangsa.

Pengertian petani milenial adalah petani yang berusia antara 19-39 tahun. Gerakan dibentuknya petani milenial diyakini dapat mensejahterakan kehidupan berbangsa. generasi milenial adalah generasi yang berpotensi, ia memiliki karakter yang bagus.

Lalu, apa tujuan dan peranan kaum milenial di dunia pertanian? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa saat ini pemerintah mulai membentuk petani milenial, sebab dianggap mampu mendongkrak perekonomian bangsa.

Pengertian petani milenial adalah petani yang berusia antara 19-39 tahun. Gerakan dibentuknya petani milenial diyakini dapat mensejahterakan kehidupan berbangsa.

Tentu saja yang demikian ini penting sekali, mengingat kebutuhan pangan di masa depan akan meningkat drastis seiring laju pertumbuhan penduduk, tetapi pada kenyataannya pekerja di dunia pertanian malah alami penurunan dan diisi oleh petani senior saja.

Memperkenalkan dan menggerakan petani milenial pada dasarnya menjadi pilihan yang tepat untuk regenerasi dan bisa meningkatkan produktifitas di sektor pertanian.

Oleh sebab itu salah seorang serjana musa asal Desa Popnam, Kecematan Noemuti, Kabupaten TTU ini tergerak hatinya untuk bertani di banding bekerja di kantor karena pertanian adalah lahan yang di milikinya belum di olah dengan baik.

Deryanus Snae, seorang serjana muda yang saat ini berusia 28 tahun, mulai dari bulan Februari 2020 menghabiskan waktunya untuk bertani di kebun, dan ini hal menjadi inspirasi bagi semua kita generasi milenials, saat di temui awak media , pria asak Desa Popnam ini membeberkan bahwa dirinya sangat terinspirasi untuk bertani.

“saya punya lahan belum diolah dengan baik, untuk apa malu jadi petani, untuk apa juga takut kotor, karena dari kotorlah akan menghasilkan banyak uang” ujarnya

Deryanus juga melanjutkan bahwa ia mengisi waktu luang dari bulan Februari 2020 untuk mengolah ladangnya yang berukuran 20 Are untuk menanam tomat.

Selain ity Dia juga mengataka untuk apa harus malu jadi petani, kenapa harus takut kotor, dari kotor itu kita dapat menghasilkan banyak uang, katanya

Namun, dari ulasan di atas ia juga mengalami beberapa kendala seperti modal untuk merancang irigasi tetes

tetapi karena ketegaran dan kesabarannya serta kerja keras akhirnya lahan tersebut bisa di olah dengan jadi bedeng dan siap untuk di tanami.

Dan sebelum menutup komunikasinya Ia berharapa semoga generasi milenial saat ini jangan malu jadi seorang petani dan kendala yang ia hadapi saat ini semoga ada yang membantu. tutupnya (Frid/karta kita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *