Jika Osprey Kemahalan, Chinook Solusinya

Mahal atau tidaknya sebuah alutsista memang tergantung perspektif kita karena selalu ada value dan daya detterent yang berbeda dari setiap alutsista, namun jika Osprey dinilai kemahalan, Chinook bisa jadi Solusinya. -Prasta Obet

Opini, Karta Kita — Jagat media dan para pengamat militer agak terkejut ketika pemerintah Amerika Serikat menyetujui penjualan 8 Unit MV-22 Osprey ke Indonesia. Pasalnya, pesawat tiltrotor ini merupakan barang canggih yang baru dipakai oleh pasukan Amerika Serikat dan Jepang saja.

TNI memang sedang mencari pesawat angkut maupun helikopter untuk kebutuhan moderninassi dan peningkatan kemampuan air mobility-nya. Pesawat seperti C-130j Super Hercules, A-330 MRRT, A-400 Atlas, hingga helikopter jenis UH-60 Blackhawk dan CH-47 Chinook sendiri sudah masuk radar incaran alutsista yang akan diakuisisi oleh TNI.

Namun, beberapa waktu yang lalu ada kabar yang beredar jika pemerintah Amerika Serikat akan menjual 8 unit MV-22 Osprey seharga 2 Milyar USD ke Indonesia. Harga osprey di pasaran diprediksi per unit nya adalah sekitar 72 Juta USD/Unit dengan biaya operasional nya sekitar 11 ribu USD/ jam nya.

Mahal atau tidaknya sebuah alutsista memang tergantung perspektif kita karena selalu ada value dan daya detterent yang berbeda dari setiap alutsista, namun jika Osprey dinilai kemahalan, Chinook bisa jadi Solusinya.

CH-47 Chinook merupakan helikopter angkut berat buatan Boeing yang telah diproduksi sejak tahun 1960-an. Chinook saat ini dioperasikan oleh sekitar 21 angkatan bersenjata di dunia dan telah diterjunkan ke medan perang sejak zaman perang Vietnam, hingga konflik terbaru di Timur Tengah.

Chinook bahkan menjadi andalan pasukan Amerika untuk membawa pasukan dan juga logistik di wilayah pegunungan Afganistan, sehingga helikopter ini dinilai cocok untuk beroperasi di wilayah dengan pola pegunungan seperti di Indonesia.

Walau tidak dapat terbang secepat dan sejauh Osprey, muatan yang dapat dibawa Chinook dapat lebih banyak. Chinook dapat membawa sekitar 30-50 personel atau sekitar 11 ton muatan lainnya. Sama seperti Osprey, Chinook juga sudah dilengkapi dengan kemampuan untuk mengisi bahan bakar di udara.

Untuk perlindungan diri, Chinook dapat dipersenjatai dengan 3 senapan mesin yang terpasang dikedua sisi jendela, dan 1 dipintu rampa. Harga pe runit Chinook diestimasikan sekitar 38,5 USD dengan biaya operasional sekitar 4500 USD/ jam nya.

Oleh karena itu, dengan biaya pengadaan dan operasional nya yang hampir lebih murah setengahnya dibandingkan Osprey, Chinook menjadi salah satu pilihan yang baik sebagai penunjang kemampuan air mobility TNI.

Apalagi TNI juga sedang mencari helikopter angkut baru untuk mendampingi jajaran heli angkutnya. Sejauh ini TNI AU mengandalkan AS-330/332 Super Puma dan EC-725 Caracal untuk mendukung pergerakan pasukan TNI. Sementara Puspenerbad mengandalkan Mi-17 dan Bell-412 sebagai tulang punggung transportasi udaranya.

Prasta Obet

Alumni Ilmu Pemerintahan Fisip Unpad

Tinggal di Bandung

Foto: Tribun Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *