KADIS PU Provinsi NTT Beri Klarifikasi Terkait Jalan Kalabahi-Kokar

NTT Kartakita-Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Maxi Nenabu,MT memberikan jawaban klarifikasi, terkait pembangunan jalan Kalabahi-Kokar yang menjadi perdebatan dan Keluhan masyarakat. Maxi menjelaskan bahwa, anggaran pekerjaan jalan Kalabahi-kokar Masuk ke Anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) yang direfokusi karena pandemi covid-19 ini, ia pun kembali meyakinkan, bahwa hal ini bukan karena kesengajaan atau ada niatan tertentu namun murni karena keadaan yakni hadirnya pandemi Covid-19 yang tak pernah diperkirakan sebelumnya, sehingga membuat DAU di refokusi.

“Jadi, DAU itu sebenarnya sudah bisa berjalan, tapi karena kendala covid ini akhirnya yang DAU itu di refokusi, jadi bukan karena kita tidak suka kokar, itu semua prioritas utama di DAU tentu semua berjalan normal, tapi ternyata datang musibah ini, jadi semua tidak bisa dilaksanakan, jadi dana itu sudah di refokusi kalau nanti kondisi membaik maka sudah bisa dilaksanakan”. Imbuh Maxi memberikan keterangan pada awak media.

Saat dipertanyakan apakah jalan kokar bisa dianggarkan dan dikerjakan tahun depan?  Maxi menjawab dengan mantap, bahwa pasti bisa dianggarkan tahun depan bahkan, Maxi menambahkan bahwa jika refokusi nya dapat cepat dikembalikan, maka akan ada upaya- upaya yang bisa dilakukan untuk mempercepat penganggaran dan pekerjaannya. Maxi juga mengakui, bahwa sulit untuk membahas mengenai prioritas saat ini, karena semua dan yang di revokusi itu merupakan prioritas, dan dana yang di revokusi untuk penanganan covid tersebut, bukan lah dana yang sedikit atau berkisar di angka 1 atau 2 Milyar melainkan berjumlah 400 Milyar, sehingga yang bisa dilakukan saat ini hanya membuat keadaan cepat pulih dan dana yang di refokusi dapat kembali di pergunakan untuk pembangunan.

“Kalau masalah bisa atau tidak dianggarkan dan dikerjakan tahun depan, maka jawabannya pasti bisa, bahkan kalau refokusi cepat kembali,  tentu ada upaya- upaya yang dapat dilakukan agar dapat mempercepat prosesnya. Kalau mau bahas mana yang prioritas sekarang itu tidak bisa, karena semua yang hilang itu prioritas, dan ini bukan bahas dana 1 atau 2 milyar akan tetapi dana yang direfokusi untuk penanganan covid itu senilai 400 milyar, makanya yang bisa dilakukan saat ini, hanya berupaya membuat keadaan cepat pulih agar dana yang di refokusi cepat kembali sehingga bisa dipergunakan untuk pembangunan”. Tutur Maxi Nenabu.

Mengakhiri keterangannya, Kepala Dinas Provinsi Nusa Tenggara Timur mengatakan bahwa, jika dibandingkan, maka pekerjaan jalan kokar ini kecil dan gampang, hanya terbentur keadaan dan kesempatan yang tidak memungkinkan untuk diproses dan diperdebatkan saat ini. Maxi juga menjelaskan bahwa, Alor mendapat pembangunan jalan paling banyak karena berjumlah empat ruas dan yang lainnya hanya satu sampai dua ruas, namun tentu semuanya tidak bisa dikerjakan dan diaspal sekalian, karena kembali harus melihat pada gambar dan perencanaan.

“Jadi ini sebenarnya gampang, maksudnya ruang lingkupnya kecil hanya terbentur dengan kesempatan karena keadaan Covid begini yang membuat di refokusi, sehingga sulit untuk diperdebatkan sekarang karena tidak bisa dipaksakan, dan sebenarnya, Alor dapat dikatakan dapat paling banyak, yakni 4 ruas kalau yang lain hanya 1 sampai 2 ruas, tapi tidak bisa aspal semua, tidak bisa kerja semua saat ini karena harus kembali melihat pada gambar dab perencanaan”. Tutur Maxi mengakhiri sesi wawancara Jumat (30/7/2020). (Gitur).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *