Kurangi Polusi di Jakarta Dengan Mobil Listrik

Karta Kita – Polusi udara di Jakarta kian hari semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari AirVisual, Jakarta menduduki peringkat 8 dari 91 negara sebagai kota paling berpolusi. Hal ini disebabkan asap kendaraan dan aktivitas pabrik-pabrik yang ada di sekitar Jakarta. Sebenarnya tidak mengagetkan mengingat jumlah kendaraan yang mengaspal di jalanan ibukota terus bertambah setiap harinya.

Pemerintah sebenarnya sudah membuat berbagai kebijakan untuk mengurangi polusi udara di Jakarta. Mulai dari perluasan sistem ganjil genap sampai dengan memperketat ketentuan uji emisi. Namun sepertinya hal tersebut belum berdampak besar dalam mengurangi polusi di Jakarta.

Dikutip dari Kompas, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa salah satu penyebab polusi udara di Jakarta adalah emisi dari kendaraan bermotor yang mencemari udara Jakarta. Oleh sebab itu, Jusuf Kalla berpendapat bahwa mobil listrik mungkin menjadi salah satu solusinya.

Di kota-kota besar di dunia, mobil listrik bukanlah hal yang baru. Kepedulian terhadap lingkungan ditandai dengan menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan membuat banyak negara seperti Amerika Serikat, Norwegia, danĀ  Jepang berlomba-lomba dalam memberikan subsidi untuk mobil listik. Hal ini menyebabkan penjualan mobil listrik di negara tersebut semakin meningkat.

Di Indonesia, tampaknya pemerintah mulai serius dalam merealisasikan mobil listrik tersebut. Hal ini dapat kita lihat dengan ditetapkannya Perpres nomor 55 tahun 2019 mengenai percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL).

Namun muncul pertanyaan apakah Indonesia sudah siap untuk memberlakukan mobil listrik secara komersial di Indonesia? Jika memang sudah ada banyak tantangan yang akan dihadapi untuk mewujudkan hal tersebut.

Kesiapan infrastruktur pengisian bahan bakar listrik menjadi hal yang utama. Kemudian yang kedua adalah penerimaan masyarakat terhadap mobil listrik apakah memang sudah siap beralih dari mobil berbahan bakar BBM menjadi mobil dengan tenaga listrik masih perlu diteliti lebih lanjut.

Pemerintah perlu mensosialisasikan mobil listrik agar masyarakat mau beralih menggunakan mobil listrik. Salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk menarik minat masyarakat adalah dengan memberikan subsidi untuk pembelian mobil listrik sehingga secara rasional masyarakat akan memilih beralih ke mobil listrik.

Pemerintah juga diharapkan dapat lebih serius dalam mengembangkan industri mobil dalam negeri khususnya mobil listrik. Selama ini pemerintah terkesan masih setengah hati dalam mengembangkan industri perakitan mobil di Indonesia. Padahal sudah waktunya negara sebesar Indonesia berpikir untuk menjadi produsen bukan hanya sebatas konsumen.

Andre Sitorus

Redaktur Karta Kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *