11 August 2022

Lakukan Demo, APPDA Sikapi Dugaan Kasus Prostitusi Anak di Kabupaten Alor

Alor, Karta Kita — Aliansi Pemerhati Perempuan Dan Anak (APPDA) Kabupaten Alor, akan melakukan Aksi Demonstrasi menyikapi Dugaan Kasus Prostitusi anak di Kabupaten Alor, yang di duga melibatkan Oknum pejabat publik Kabupaten Alor.

Aliansi ini dibentuk oleh Organisasi Kepemudaan Lokal dan Organisasi Kepemudaan Nasional yang berada di Kabupaten Alor, adapun Organisasi Kepemudaan yang bergabung dalam Aliansi Pemerhati Perempuan Dan Anak Kabupaten Alor yakni : Front Mahasiswa Nasional (FMN) cabang Alor, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Cabang Alor, dan Organisasi Kepemudaan Lokal yakni : Ikatan Mahasiswa Welai Lembur (IKMAWEL), Kerukunan Mahasiswa Alor Timur Laut (KEMILAU), Ikatan Mahasiswa Pulau Pantar (IMP2), dan Ikatan Mahasiswa Mataru (IKMATAR).

Aldi D. Mooy, Kordinator Umum Aliansi Pemerhati Perempuan Dan Anak Kabupaten Alor, dalam Konfrensi pers nya menyatakan bahwa Aksi Demonstrasi tersebut akan dilakukan pada Hari Selasa (11/8/2020), dengan 3 titik utama lokasi Aksi yakni : kantor POLRES Alor, Kantor Bupati Kabupaten Alor, dan Kantor DPRD Kabupaten Alor. Mengenai Tuntutan, Aldi menyampaikan bahwa Aliansi akan menyampaikan sekitar 6 point tuntutan kepada lembaga-lembaga terkait. Aldi juga mengungkapkan bahwa Massa yang terlibat dalam Aksi ini berjumlah sekitar 100 orang, namun tak menutup kemungkinan akan ada penambahan dalam waktu berjalan.

“Aksi akan dilakukan Pada hari selasa (11/8/2020), jam 9 pagi dan lokasi nya itu ada 3 titik yang pertama kantor Polres Alor, Kantor Bupati Kabupaten Alor dan Kantor DPRD Kabupaten Alor, dan Tuntutan Aliansi itu ada sekitar 6 point yang nanti kita sampaikan ke lembaga- lembaga ini, terus kalau jumlah masa aksi sekitar 100 orang, tapi itu belum bisa di pastikan karena biasanya akan ada penambahan – penambahan seiring berjalannya waktu”. Ujar Aldi Mooy selaku KORDUM APPDA Kabupaten Alor.

Mengakhiri Konfrensi Persnya, Aldy Mooy mengajak semua elemen masyarakat, terkhususnya mahasiswa Kabupaten Alor untuk turut terlibat dalam Aksi besok, karena menurutnya ini menyangkut dengan kemanusiaan terlebih hal ini berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Alor yang merupakan hal yang memalukan sekaligus membahayakan untuk masa depan generasi penerus Kabupaten Alor kedepannya. Ia juga berharap dengan ada pergerakan – pergerakan dari aliansi semoga dapat membongkar kasus ini sejelas – jelasnya agar menjadi efek jera bagi oknum – oknum yang memanfaatkan anak dibawah umur demi keuntungan nya sendiri.

“Saya berharap, semua elemen masyarakat turut terlibat dalam pergerakan – pergerakan, terkhususnya mahasiswa di kabupaten Alor, harus terlibat untuk menyuarakan hal ini, karena ini menyangkut kemanusiaan dan terlebih lagi ini berhubungan dengan perempuan dan anak dikabupaten Alor yang sangat memalukan dan membahayakan bagi generasi penerus kabupaten Alor kedepannya, bahkan saya berharap dengan adanya pergerakan – pergerakan yang kita lakukan, maka dapat membongkar kasus ini sejelas- jelasnya sehingga ada efek jera bagi oknum – oknum yang memanfaatkan anak- anak dibawah umur untuk kepentingannya”. Tutur Aldi D Mooy, Kordinator Umum Aliansi Pemerhati Anak dan Perempuan dalam Konfrensi Pers Senin (10/8/2020). (Gitur)