Memahami Potensi Jahe, Kadis Pendidikan Kab.Alor Intruksikan Sekolah Mulai Lakukan Penanaman

Alor Kartakita- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Alberth Ouwpoly, SPd.,MSi bersama dengan Bupati Alor melalui dinas pendidikan kabupaten Alor, melakukan kerjasama dengan penghasil dan pembudi daya tanaman Jahe untuk melakukan pengadaan dan penanaman jahe berlokasi di halaman belakang kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Alor.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Alberth Ouwpoly, SPd.,MSi  yang di temui saat kegiatan penanaman Sabtu 28 November 2020, menjelaskan bahwa Jahe yang ditanam ada Jahe merah, Jahe Gajah dan Jahe Ebrim. Alberth menambahkan bahwa penanaman jahe ini jelas merupakan bagian dari program pemerintah daerah yakni Alor pintar, Alor Sehat dan Alor kenyang. Jahe yang ditanam dan dikampanyekan untuk dibudidayakan tersebut merupakan tanaman yang berpotensi baik dalam kebutuhan industri rumah tangga ataupun kebutuhan di dunia farmasi sehingga memiliki potensi yang besar kedepannya guna menunjang kebutuhan perekonomian masyarakat Kabupaten Alor.

“Tentunya kegiatan penanaman dan pembudidayaan Tanaman jahe ini mendukung program pemerintah daerah, yaitu program Alor Pintar, Alor Kenyang dan Alor Sehat. Hal ini karena tanaman jahe ini berpotensi untuk di gunakan sebagai kebutuhan rumah tangga, bahkan sudah masuk dan di pergunakan dalam dunia farmasi. Jadi, tentunya kita sebagai aparat pemerintahan harus memulai untuk mengajarkan kepada masyarakat bagaimana membudidayakannya, karena kedepannya dapat berguna untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah Kabupaten Alor.” Ujar Alberth saat diwawancarai sabtu (28/11/2020).

Alberth juga menjelaskan bahwa, alasan dinas pendidikan melakukan kegiatan penanaman Jahe tersebut, yaitu karena ia merasa bahwa harus ada lembaga daerah yang memulai gerakan untuk  membudidayakan tanaman Jahe merah tersebut, sehingga ia berharap ketika Bupati Alor sudah melakukan penanaman jahe tersebut di halaman belakang kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, maka dapat menjadi contoh nyata bagi masyarakat untuk dapat membudidayakan jahe tersebut. Menurut Alberth, Masyarakat saat ini merupakan masyarakat yang cerdas untuk menilai sehingga harus ada kerja nyata yang dapat dinilai, tidak cukup lagi hanya dengan himbauan dan perintah.

“Dinas Pendidikan hari ini mulai bergerak untuk kegiatan budidaya tanaman jahe ini karena merasa bahwa zaman sudah semakin maju, masyarakat semakin pintar, sehingga untuk mengkampanyekan kegiatan semacam ini harus ada kerja nyata yang ditunjukan, kita sebagai lembaga daerah, aparat pemerintah harus memulai duluan tidak bisa lagi hanya perintah atau himbau saja, jadi hari ini Dinas pendidikan dan bahkan Bupati sebagai Pemerintah Daerah Kabupaten Alor sudah melakukan penanaman, semoga dapat di ikuti dan di contoh oleh masyarakat.” Ujar Albert dalam keterangannya.

Alberth selaku kepala Dinas Pendidikan menginstruksikan kepada sekolah – sekolah di Kabupaten Alor untuk melakukan budidaya dan penanaman jahe merah tersebut, karena menurut nya hal itu mengedukasi kepada  setiap anak untuk mencintai potensi daerah dan mau bekerja untuk mengembangkannya sejak dini. Alberth juga mengintruksikan bagi sekolah- sekolah yang tidak memiliki halaman maka tumbuhan tersebut dapat ditanam di  Polybag.

“Setiap Sekolah di Kabupaten Alor harus melakukan pengadaan dan penanaman jahe tersebut, hal itu bentuk dari salah satu fungsi sekolah untuk mengajarkan terhadap anak – anak tersebut bagaimana mencintai setiap hal yang dapat berpotensi bagi pertumbuhan daerah dan bagaimana bekerja untuk mengembangkan potensi tersebut, dan bagi sekolah – sekolah yang tidak memiliki halaman, tidak masalah karena dapat ditanam di polybag.” Papar Alberth Ouwpoly.

Adam Laubura, selaku pemilik Pabrik Jahe Provinsi Nusa Tenggara Timur yang juga turut menghadiri kegiatan penanaman Jahe merah, yang di selenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Alor Sabtu (28/11/2020), saat dimintai keterangan mengaku senang dan berbangga dengan langkah yang telah ditempuh oleh Dinas pendidikan Kabupaten Alor. Menurutnya, melihat tanaman Jahe merah, jahe gajah dan Jahe ebrim sebagai potensi yang menjanjikan kedepannya merupakan hal yang sudah ia buktikan sendiri, sehingga ia bersyukur apabila ada yang menaruh perhatian terhadap perkembangan kemajuan potensi – potensi lokal yang menjanjikan seperti produk Jahe ini. Adam juga mengungkapkan bahwa ia dan pihaknya akan selalu terbuka kepada pihak – pihak yang ingin berkonsultasi atau bahkan bekerjasama bahkan ia juga berencana ingin berkomunikasi dan bekerjasama dengan pemerintah di Desa- Desa yang berada di kabupaten Alor.

“Tentunya Senang ketika melihat ada lembaga atau kelompok yang mau membuka diri dan melihat tumbuhan Jahe yang sudah kita buktikan potensi nya sebagai suatu hal yang juga berpotensi untuk menunjang suatu daerah, karena jahe merah, jahe gajah dan jahe ebrim ini merupakan potensi lokal yang menjanjikan kedepannya, sehingga kita sendiri lah yang harus mmau dan memiliki kesadaran untuk mengembangkan dan membudidayakannya. Jadi, tentu merupakan sebuah hal positif apabila kemudian ada lembaga- lembaga yang menaruh perhatian, apa lagi pemerintah Daerah mencanangkan untuk menjadikan ini suatu hal yang harus diperhatikan bersama oleh seluruh masyarakat. Untuk itu tentu kedepannya kami akan terus membuka diri kepada pihak manapun yang ingin berkonsultasi dan bekerja sama, bahkan kami berencana ingin berkomunikasi dengan pemerintah di setiap desa- desa mengenai hal ini. Ungkap Adam saat diwawancarai Sabtu (28/11/2020). (Gitur).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *