17 June 2021

Membangun Jaringan Digitalisasi Gerakan

Oleh: Arjuna Herianto Tri Mayldo Munthe

Sebelum negeri kita ini disebut sebagai Negara Indonesia, baik kaum muda maupun tua, sudah menerapkan gerakan perlawanan. Sebelum pemimpin-pemimpin negeri ini melakukan gerakan perlawanan, pemimpin-pemimpin di daerah masing-masing atau di lingkungan masing-masing sudah melakukan gerakan.
Misalnya, melakukan edukasi terhadap anak agar si anak menurut kepada si pengedukasi tersebut. Sekalipun itu hanya untuk anak sendiri hal itu sudah juga sudah termasuk ke dalam bagian dari gerakan. Lagi, bersosialisasi kepada masyarakat kecil, meskipun berujung ancaman dan paksaan. Artinya sejak dahulu, sudah mulai melakukan pergerakan.

Seiring berputarnya roda zaman, peningkatan akan pengetahuan terhadap manusia pun terjadi dengan pesat. Sehingga muncullah sekolah-sekolah rakyat atau tempat khusus untuk menimba ilmu pengetahuan. Kemudian, dari orang-orang yang menimba ilmu tersebut lahirlah seorang profesor, doctor, dan ragam ilmuwan lainnya. Sebagai contoh, siapa yang tau bahwa penemu listrik pertama kali di dunia adalah Michael Faraday. Pertanyaannya, tau darimana? Oke, tulisan-tulisan dari media cetak (Koran) yang kala itu masih langka karena situasi daerah ataupun perekonomian yang kalau orang Medan sebut itu adalah payah cakap (sulit untuk dikatakan). Ya, payah cakap karena masa itu bangsa di negeri kita ini masih dijajah dan dikusai mahluk yang asalnya bukan dari negeri kita.
Nah, kita mengetahui bahwa seorang Michael Faraday adalah seorang Ilmuwan yang pertama kali menemukan listrik di dunia.

Namun, apakah kita bisa mengetahuinya tanpa mendapatkan informasi. Bahkan untuk meyakinkan siapa sebenarnya penemunya, kita harus memiliki lebih dari satu sumber. Kemudian digitalisasi gerakan, bila di tinjau pada hari ini sangatlah penting. Digitalisasi merupakan sebuah terminology untuk menjelaskan proses alih media dari bentuk tercetak, audio, maupun video menjadi bentuk digital. Digitalisasi dilakukan untuk membuat arsip dokumen bentuk digital, untuk fungsi fotokopi, dan untuk membuat koleksi perpustakaan digita. Digitalisasi memerlukan peralatan seperti computer, scanner, operator media sumber dan software pendukung. (Sukmana, 2005). Dengan adanya digitalisasi gerakan, maka gerakan-gerakan pun akan tetap dapat dilestarikan. Hal ini sebaiknya dilakukan karena gerakan-gerakan memiliki nilai sejarah yang perlu dilestarikan.

Digitalisasi itu terjadi ketika semua proses yang ada (bukan hanya tampilan) dapat terhubung secara digital. Mesin satu dan yang lainnya, proses satu dan lainnya menjadi saling terhubung.
Tidak mesti yang dilestarikan itu hanya gerakan-gerakan besar yang sampai ke tingkat nasional ataupun mencakup luas. Seperti ungkapan Napoleon Hill, penulis Amerika Serikat beraliran pemikiran baru yang menjadi salah satu produser genre sastra kesuksesan pribadi modern pertama. Dalam ungkapannya “if you can’t do great things, do small things in a great way.”

Cepat atau lambat gerakan yang selama ini sudah biasa dilakukan dengan turun ke jalan, nogkrong di meja yang sama dan lain sebagainya secara perlahan akan berkurang. Peribahan menuju zaman digital akan memaksa manusia untuk paham teknologi. Karena itu mau tidak mau, kita harus berteman dengan digital, sebab roda zaman memaksa kita untuk ikut berjalan. Mungkin pilihannya, ikut arus zaman seperti daun kering di sungai atau memanfaatkan perputaran roda zaman yang tengah terjadi.
Ketika kita berteman dengan digital dan melakukan digitalisasi itu, gerakan-gerakan apapun yang teman-teman realisasikan tidak akan hilang begitu saja. Sebagai jejak langkah yang dapat di simpan dan di publish kepada orang banyak. Melihat media sosial yang saat ini berkembang pesat, sangat besar peluangnya untuk mendigitalisasi apa saja yang kita inginkan.

Pergerakan yang hingga saat ini rentan terjadi adalah gerakan perlawanan terutama golongan muda ataupun mahasiswa. Sangat disayangkan ketika gerakan itu tidak di lestarikan. Baik itu gerakan konyol, pemula, asal-asalan, tetap saja menjadi sebuah sejarah. Sejarah menjadi bahan evaluasi atau contoh agar di masa mendatang punya perbandingan untuk melakukan hal lebih baik dengan menyinkronkan masa.

Media sebagai bentuk perimbangan dan kecepatan informasi harus kita berdayakan sebaik mungkin. Mau tidak mau, roda zaman akan tetap berputar. Saya sebut lagi bahwa Digitalisasi gerakan itu penting sejak hari ini. Menilik gerak zaman yang tengah terjadi dan yang akan terjadi, memastikan kemudahan dan keamanan akses data dibanding kertas yang mudah rusak dan hilang adalah digitalisasi.Sangat memungkinkan bahwa di hari depan digitalisasi adalah kunci agar seseorang itu memiliki nilai.