Muskom GMNI Setiabudhi Raya : Nahkoda Baru Kritik Pembangunan yang Tidak Merata dan Siap Menjadi Mitra Kritis Pemerintah 

Rangkasbitung Kartakita- Dewan Pengurus Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia SETIABUDHI RAYA (DPK GMNI SETIABUDHI RAYA) kabupaten Lebak menggelar musyawarah komisariat (muskom) di gedung PGRI Rangkasbitung,Senin,21 Desember 2020.Walau dalam kondisi pandemi covid19 tidak menyurutkan semangat untuk melakukan tugas tugas organisasi salah satunya adalah musyawarah komisariat,yang mana memang hal ini perlu dilakukan untuk melanjutkan estafet kepengurusan DPK Setiabudhi raya dan tentu saja acara ini berjalan dengan mengedepankan protokol kesehatan .

Acara muskom dibuka langsung oleh bung endang sebagai ketua DPC GMNI kabupaten Lebak dalam sambutannya bung Endang mengatakan bahwa pandemi bukan halangan untuk bagaimana roda roda organisasi tanggung jawab kaderisasi dan pemahaman tentang pengabdian berdasarkan ajaran ajaran Bung Karno tetap bisa berjalan. “Muskom ini adalah agenda penting dimana proses estafet kepemimpinan terus berjalan dan nahkoda baru nanti diharapkan bisa memberi nuansa baru untuk bagaimana tetap menjadi agent of change dan sebagai kontrol sosial,” kata Endang.

Acara berlangsung cukup alot hingga akhirnya menetapkan Bung Muhammad Haris atau yang sering akrab dipanggil bung ucu sebagai ketua DPK terpilih dan juga menyepakati setiabudhi raya akan mekar menjadi DPK STKIP SETIABUDHI dan DPK STISIP SETIABUDHI.  “Proses yang sudah kita lalui dalam muskom jadi dinamika dan pembelajaran untuk organisasi. Dari dinamika itu, kita harus jadi lebih solid,” Kata Bung Epul selaku ketua demisioner DPK Setiabudhi

Bung Ucu selaku ketua DPK terpilih menyampaikan rasa terimakasih atas amanah yang telah diberikan. ” Kepada kawan kawan yang telah memberi amanah ini terhadap saya, ini adalah tanggung jawab organisasi dan tanggung jawab moril yang mana memang bukan tentang kaderisasi saja tapi tentang yang terjadi di Lebak masih banyak yang harus di kritisi ,dari segi infrastuktur fisik maupun sosial yang tidak merata, juga fasilitas bidang pendidikan ,dan saya berharap pemerintah melibatkan mahasiswa dalam segi kebijakan di kabupaten lebak,kami siap menjadi mitra kritis.”, kata Ucu.

Bung Deslih dalam kalimat penutupnya juga menambahkan agar generasi muda jangan apatis karena bangsa ini butuh pemuda kritis yang peka terhadap situasi di negeri sendiri. Kritik-kritik GMNI kepada pemerintah harus tetap dikuatkan. Karena sudah jelas, kehadiran GMNI ada di tengah-tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *