Pidato Sang Menteri Milenial : Bersatu Kita Maju

Jakarta, Karta Kita – Pidato Sumpah Pemuda Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada hari Senin, 28 Oktober 2019 mengangkat tema Bersatu Kita Maju. Menteri dari kalangan milenial ini mengenang sumpah pemuda sebagai komitmen persatuan dan kesatuan yang diikrarkan para anak muda pada 91 tahun yang lalu.

Nadiem mengingatkan bahwa pemuda pada masa penjajahan telah keluar dari sifat primordial yang mementingkan suku, agama dan ras menuju persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga seharusnya pemuda masa kini sudah tidak lagi bergumul akan hal itu.

“Kalau pemuda masa lalu dapat keluar dari sifat primordial sikap suku agama dan ras menuju persatuan dan kesatuan bangsa maka tugas pemuda saat ini harus sanggup membuka pandangan keluar batas-batas tembok kekinian dunia demi masa depan dunia yang lebih baik.” jelas pria lulusan Harvard University itu.

Dalam pidatonya, Menteri Nadiem juga membahas dampak positif dan negatif dari teknologi yang butuh ditanggapi oleh anak muda secara bijaksana. Menurutnya, tantangan negatif berupa informasi destruktif seperti pornografi, narkoba, pergaulan bebas, radikalisme dan terorisme bisa dibentung melalui pengetahuan dan karakter positif.

Dari pernyataan ini dapat ditarik sinyalemen bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nantinya akan banyak berperan meningkatkan pengetahuan dan karakter generasi bangsa kita. Negeri ini tidak saja membutuhkan generasi dengan intelektualitas yang tinggi namun harus disertai dengan moralitas yang baik.

“Pemuda yang memiliki karakter tangguh adalah yang karakter bermoral dan berkinerja. Pemuda yang beriman dan bertakwa dan berintegritas tinggi jujur bertanggung jawab disiplin kerja ikhlas. Tuntas. Pemuda harus intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan dan kepeloporan yang mumpuni. Pemuda harus berperan aktif dalam kancah internasional.” tegas Nadiem dalam pidatonya di Gedung A Kemendikbud Jakarta.

Selain itu kemajuan suatu bangsa bertumpu pada anak mudanya. Setiap tantangan yang semakin nyata terlihat baik di dalam negeri maupun beragamnya ancaman dari luar negeri patut direspon dengan pengembangan diri. Pemuda Indonesia diharapkan mampu bersaing menjadi pemuda-pemuda yang mendunia karena kualitas dan moralitasnya yang baik.

“Pemuda harapan bangsa dan negara. Pemuda harapan. Pemuda Indonesia harus bisa menaklukkan dunia. Saya harap ke depan banyak tokoh pemuda yang mendunia ini.” ungkap Nadiem dalam pidatonya. (jfs/kartakita)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *