Pilkada Humbahas, Berpotensi 3 Calon yang akan Bertarung

Humbahas, Karta Kita — Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor yang kembali mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan dan sempat dipasangkan dengan Yanto Sihotang untuk bertarung dalam Pilkada Serentak pada Desember 2020 akan mengganti pasangan.

Baca juga: Mantan Kejati Kalbar, Baginda Polin Lumban Gaol Kembali Maju di Pilkada Humbahas

Sebagaimana diketahui Yanto Sihotang mengundurkan diri sesaat setelah mendapat rekomendasi dari partai berlambang banteng tersebut. Sebagai gantinya, Dosmar Banjarnahor memilih Oloan Paniaran Nababan yang merupakan mantan ajudan Gubernur Edy Rahmayadi saat masih menjabat sebagai Pangkostrad untuk mendampinginya.

Jika saat itu pasangan Dosmar Banjarnahor-Yanto Sihotang mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan, untuk pengganti Yanto, Dosmar telah memilih nama Oloan P Nababan. Belakangan pasangan bakal calon ini juga mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrat.

Oleh karena itu sampai saat ini, pasangan Dosmar Banjarnahor-Oloan P Nababan akan diusung oleh PDI Perjuangan bersama-sama dengan Partai Demokrat. Sebagaimana diketahui bahwa PDI Perjuangan memiliki 7 kursi di DPRD dan Partai Demokrat hanya 1 kursi.

Itu artinya sudah ada total 8 kursi dari 25 kursi DPRD Humbahas. Total ini saja sudah cukup untuk mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati di mana jumlah kursi yang dimiliki partai pengusung sudah lebih dari 20%.

Selain Dosmar yang merupakan petahana, lawan tarung yang mungkin berhasil menjadi calon adalah Harry Marbun. Harry merupakan Ketua DPD II Partai Golkar yang memiliki 5 kursi di wakil rakyat. Ini sekaligus menunjukkan bahwa Partai Golkar juga bisa mengusung calon sendiri.

Sebagaimana yang kerap didengung-dengungkan oleh Harry Marbun, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto telah mengatakan bahwa kader partai akan diutamakan untuk diusung selama memiliki kapabilitas dan pantas untuk diusung. Dengan demikian, kans Harry Marbun juga sangat besar untuk bertarung melawan petahana.

Bahkan bukan tidak mungkin, akan muncul tiga calon Bupati dan Wakil Bupati mengingat Dosmar Banjarnahor tidak mengajak Wakil Bupati Saut Parlindungan Simamora untuk bertarung kembali dalam Pilkada.

Hal ini menarik karena Saut Parlindungan Simamora juga merupakan Ketua Partai Gerindra Humbahas yang saat ini memiliki 2 kursi. Bukan tidak mungkin Partai Gerindra akan mendukung Saut Parlindungan Simamora atau memberikan dukungan kepada calon lain di luar nama Dosmar Banjarnahor dan Harry Marbun. Tentu saja Partai Gerindra perlu mencari koalisi partai lain.

Pasalnya masih ada Partai Hanura sebagai salah satu partai yang memiliki jumlah kursi yang besar yakni 4 kursi, lalu ada Partai Nasdem dengan 3 kursi, Perindo 2 kursi, dan PSI 1 kursi. Jika Partai Hanura mengusung nama baru, ia hanya perlu menggandeng PSI atau Perindo. Sementara jika Partai Nasdem juga berniat mengusung nama baru, hanya perlu menggandeng Perindo atau Gerindra.

Sebagaimana diberitakan oleh Harian SIB pada Februari silam, Partai Nasdem kemungkinan akan mengusung nama Baginda Polin Lumban Gaol yang akan berpasangan dengan Rajin Tajom Sihombing. Kendati demikian belum ada rekomendasi resmi dari partai bentukan Surya Paloh ini apakah sudah resmi diserahkan kepada pasangan mantan jaksa dan pengusaha ini.

Rajin Sihombing sendiri merupakan kader Partai Gerindra yang jelas saja memberikan peluang bagi terjalinnya koalisi antara Partai Nasdem dengan Partai Gerindra sehingga lengkap menjadi 5 kursi dan memenuhi syarat 20% untuk mengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Persoalannya apakah Saut Parlindungan Simamora tidak ikut bertarung dan memberikan karpet merah kepada Rajin Sihombing untuk maju mendampingi Baginda Polin Lumban Gaol.

Jika ini terjadi, tinggal Partai Hanura apakah juga ingin mengusung calon sendiri atau mendukung pasangan calon yang sudah ada. Jika mengusung calon sendiri, Hanura perlu menggandeng Perindo atau PSI. Sementara pilihan lainnya, Partai Hanura bisa mendukung petahana Dosmar-Oloan, Harry Marbun atau mendukung Baginda-Rajin.

Melansir Medan Bisnis Daily, Ketua DPC Partai Hanura Humbang Hasundutan, Irwan Simamora sempat mengatakan bahwa ada keinginan setidaknya kader partai menjadi calon wakil bupati. Pernyataan ini tentu saja menunjukkan bahwa ada peluang Partai Hanura akan berkoalisi dengan partai yang belum memiliki calon wakil bupati. Kendati demikian, politik tentu saja cair. Artinya tidak menutup kemungkinan nama pasangan calon yang telah beredar ke publik juga masih tetap bisa berubah sesuai dengan konstelasi politik yang ada.

Hingga hari ini Harry Marbun yang kemungkinan akan disusung oleh Partai Golkar tampak belum memunculkan nama calon Wakil Bupati yang mungkin akan mendampinginya. Ini artinya ada peluang Partai Hanura akan berkoalisi dengan Partai Golkar dengan menawarkan kadernya untuk mendampingi Harry Marbun. Jika ini yang terjadi, Pilkada Kabupaten Humbang Hasundutan akan diisi oleh tiga calon Bupati dan Wakil Bupati yang saling berkontestasi. (jfs/kartakita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *