Rencana Bangun Mall Di Tengah Pandemi Covid-19, DPD GMNI NTT: Pemda Sikka Jangan Berwisata di Air Keruh

Kupang, Karta Kita – Kerja sama antara pemerintah kabupaten Sikka dengan investor PT. Yasonus Komunikatama Indonesia (YKI) untuk rencana pembangunan mall di Pasar Tingkat Maumere menuai kritikan dan beragam penolakan dari masyarakat.

Kritikan tegas dilayangkan boleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Nusa Tenggara Timur terhadap rencana pembangunan mall tersebut.

Bendahara DPD GMNI NTT, Yoseph O.D.Wara melalui pernyataan resminnya pada Minggu (07/06/2020) meminta agar Pemerintah kabupaten Sikka jangan berwisata di tengah air keruh.

“dimana rakyat lagi berjuang melawan covid-19 tapi Pemkabnya malah berpikir untuk bangun mall. Pemda Sikka jangan berwisata di tengah air keruh”, tegasnya.

Yoseph juga menjelaskan bahwa ratusan pedagang di pasar tingkat sudah melakukan penolakan adalah kunci untuk tidak dulu membangun mall di saat pandemi ini.

“Negara kita sedang berpikir membangun ekonomi agar tidak anjlok, tapi bupatinya malah berpikir untuk terima investor untuk pembangunan mall. ini adalah pikiran keliru”, ujarnya.

Selain itu DPD GMNI NTT juga merasa aneh dengan pernyataan dari presiden direktur PT. YKL bahwa tujuan pembangunan mall agar terlihat lebih rapi dan layak serta manejemen pasar diserahkan ke pemkab sikka .

“Masa mall dibangun gratis dengan anggaran 600 milyar lebih? Presiden Direktur PT. YKL jangan sembunyi niat busuknya di tengah pamdemi ini”, Kecamnya.

Sebagai salah satu putra nian Tana Sikka, Yoseph Wara mengakui bahwa pihaknya tidak menolak sebuah kemajuan namun yang diinginkan adalah ada transparansi dari pemerintah kabupaten Sikka dan PT. YKL bahwasannya pembangunan mall bukanlah hal yang urgen dilakukan saat ini. Banyak hal yang perlu di kerjakan, mulai dari sumber daya manusia, sumber daya alam serta analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) agar benar siap untuk pembangunan berskala besar.

“bupati Sikka berhenti dulu memikirkan mall ditengah wabah ini. Semua orang ingin kemajuan tapi bukan kemajuan berdasarkan indikator bangunan megah saja(mall)”, pungkasnya. (MKH/Kartakita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *