5 July 2022

Segera, KPU Selenggarakan Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan

Sumber foto: beritasatu

Jakarta, Karta Kita — Komisi Pemilihan Umum (KPU) di masa non tahapan pemilu seperti sekarang ini sedang melaksanakan Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Tujuan program ini adalah untuk menstimulan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu yang menjadikan kawasan pedesaan sebagai sasaran utama.

Pada Kamis (3/9/2021), KPU RI mulai mensosialisasikan dan membahas program ini dengan menyelenggarakan webinar dengan judul “Demokrasi, Pemilu, Partisipasi”. Kegiatan ini mengundang para stakeholder pemilu. Hadir para pembicara seperti Anggota KPU RI I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Prof. Hariyono, dan Dekan Fakultas Politik Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Muhadam Labolo.

“Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan merupakan wujud dialog kerja dari pewujudan Pancasila sebagai landasan membangun demokrasi.” ungkap Prof. Hariyono.

Ia juga menambahkan bahwa warga desa adalah sasaran yang tepat mengingat praktik politik uang sering kali menyasar kelompok ekonomi bawah yang tidak sedikit berada di desa. Tidak hanya itu, warga desa perlu dikembangkan potensinya dan ditingkatkan kemampuan digitalnya agar lebih mandiri secara ekonomi dan sosio kultural. Jika ini tuntas, pasti partisipasi warga desa dalam pemilu itu meningkat.

“Partisipasi politik warga desa bisa meningkat dan politik uang bisa hilang jika warga desa dimaksimalkan potensinya dan ditingkatkan kemampuan digitalisasinya.” tambah Prof. Hariyono.

Di sisi lain, Muhadam Labolo yang merupakan Dekan di IPDN ini menyampaikan bahwa peran pemerintah desa, figur calon, dan tokoh masyarakat sangat krusial dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Ini dibuktikan dengan hasil survei dan faktor rasionalitas, politik uang dan kedekatan emosional juga turut mempengaruhi.

“Penyelenggara seperti KPU sudah tepat meningkatkan partisipasi masyarakat dengan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan, ditambah dengan sosialisasi aktif agar dapat mengurangi golput, mencari tahu apa sebab golput, lalu respon dengan aksi. Terobosan penting agar masyarakat ikut kegiatan kampanye pemilu, lalu sosialisasi agar masyarakat memilih pemimpin yang kapabel dan mau mengawasi penghitungan suara.” ujar Muhamad.

Anggota KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menerangkan bahwa ada dua desa di setiap Provinsi yang akan dijadikan desa percontohan. Dalam prosesnya setiap masukan dan saran akan diterima dan dicatat oleh KPU agar program ini berjalan dengan baik. (ed/kartakita)