Tanggapi Pelarangan Ibadah, GMNI Kembali Angkat Suara

Jakarta, Karta Kita — Sebuah video pelarangan ibadah kembali viral di media sosial. Kali ini pelarangan ibadah dilakukan oleh sekelompok warga Graha Prima Jonggol kepada jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI).

Baca juga: Setara Institut dan DPP GMNI Minta Pemerintah Pusat Serius Tangani Kasus Intoleransi

Pada video yang sedang viral seolah terjadi salah paham di mana jemaat menjelaskan bahwa yang dilakukan adalah pembinaan iman namun alasan tersebut tidak bisa diterima sehingga kegiatan ibadah tersebut tidak bisa dilanjutkan.

Sekretaris Jenderal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sujahri Somar turut menanggapi kejadian tersebut dan berharap pemerintah tidak tinggal diam dan segera mencegah terjadinya aksi intoleransi yang melarang agama yang berbeda dengan dirinya untuk beribadah sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan yang dianutnya.

“Ini tidak bisa dibiarkan terus begini, pemerintah tidak bisa berdiam diri. Kan sudah jelas ada sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, itu artinya semua berhak beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya.” tegas Sujahri.

Ia juga menambahkan bahwa evaluasi terhadap Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang pendirian rumah ibadah sudah sepatutnya dievaluasi mengingat telah dijadikan oleh oknum-oknum yang tidak toleran untuk mengganggu agama dan kepercayaan yang berbeda dengannya. Padahal beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan telah diakomodasi dalam Pancasila dan UUD 1945.

“Cobalah diperhatikan isi sila pertama dan Pasal 28 dan 29 UUD 1945. Kan tidak mungkin pemerintah pusat maupun daerah tidak mengahapal hal tersebut sehingga masih tetap membiarkan kasus intoleransi merebak seperti sekarang ini. Marilah jangan lagi abai dengan persoalan intoleransi. Mari jaga keberagaman dan jamin kebebasan beribadah.” tutup Sujahri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *