Tiga Cara Agar Daerahmu Ramai Wisatawan

Karta Kita – Ditetapkannya pariwisata sebagai leading sector dalam pembangunan di Indonesia perlu direspon serius sampai ke daerah-daerah. Kontribusi pariwisata terhadap devisa sepanjang semester pertama 2018 sudah mencapai 9 miliar dolar AS. Mari bandingkan dengan CPO RI beserta turunannya yang tercatat menghasilkan US$ 15,2 pada tahun yang sama.

Artinya bila selama ini ekspor sawit menjadi kontributor utama pada devisa negara, kini masih sangat mungkin digeser oleh sektor pariwisata. Hal ini mengingat sedang terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat dari yang sifatnya belanja barang menjadi lifestyle dan leisure.

Saat ini setidaknya ada tiga formulasi promosi pariwisata yakni branding, advertising dan selling. Mari kita coba membahas ketiga formulasi ini secara singkat.

Pertama, branding sangat erat kaitannya dengan nama, simbol, logo, desain, slogan, tagline yang menjadi penawaran awal bagi calon wisatawan. Namun yang paling utama menyangkut pengalaman wisatawan baik asing maupun domestik terhadap lokasi wisata yang ditawarkan. Berkesan atau tidak pengalaman berwisata pada destinasi wisata adalah puncak dari branding itu sendiri. Branding tenggelam ketika kenyataan di lapangan tidak seindah yang apa yang dipromosikan. Contoh branding yang sedang digalakkan oleh Kementerian Pariwisata adalah “Wonderful Indonesia”.

Kedua, advertising berkaitan dengan segala bentuk upaya memperkenalkan destinasi wisata kepada calon wisatawan. Beriklan bisa dilakukan kapanpun dan di mana saja. Apapun bentuknya tujuannya tetap satu yaitu bagaimana menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Sadar atau tidak, Malaysia merupakan salah satu negara yang rajin memasang iklan di Bali yakni salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia. Tidak dimungkiri bahwa ada banyak wisatawan domestik dan asing yang berkunjung ke Bali. Bayangkan saja bila 20 % dari wisatawan tersebut terpengaruh iklan lalu memutuskan melanjutkan perjalanan ke Malaysia betapa menguntungkannya bagi negara tersebut.

Daerah-daerah yang sedang berupaya memperkenalkan destinasi wisatanya bisa meniru cara ini dengan beriklan di daerah ramai wisatawan yang tidak jauh dari lokasi destinasi wisata yang akan ditawarkan. Selain itu, beriklan lewat media online juga cukup menjanjikan. Dengan menerbitkan tulisan-tulisan menarik yang mengulas alternatif destinasi wisata di daerah tersebut sangat mungkin menarik rasa penasaran para wisatawan untuk berkunjung.

Ketiga adalah selling yang mencakup dua hal yaitu sales mission & calendar of event. Ketika diartikan sederhana, sales mission adalah suatu upaya mempertemukan seller pariwisata dengan buyers dan travel agent. Hal ini bisa dilakukan dengan mengundang para buyers dan travel agent atau berkunjung ke acara-acara yang memungkinkan pertemuan ini terjadi.

Calendar of Event sendiri dapat dilakukan dengan membuat acara dan kegiatan yang mampu menarik wisatawan untuk datang ke daerah dalam rangka memperkenalkan potensi wisata yang ada. Dalam hal ini dibutuhkan kemampuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal, atraksi seni budaya dan karya-karya tradisional yang bisa diangkat sebagai kekayaan yang unik dan menggugah rasa penasaran orang lain untuk melihat dan mempelajarinya. (jfs/kartakita) 

 

One thought on “Tiga Cara Agar Daerahmu Ramai Wisatawan

  • 21 October 2019 at 08:42
    Permalink

    Sangat bermanfaat. Terima Kasih min lanjutkan semoga sukses terus

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *