Walau Dinyatakan Sembuh, Virus Masih Mungkin Tertinggal di Tubuh Pasien Covid-19

Jakarta, Karta Kita — Kabar tentang pasien sembuh covid-19 yang masih bisa tertular untuk kedua kalinya membuat banyak orang kuatir. Seorang ahli virologi Prof. Mark Harris, sebagaimana dikutip dari kompas.com menyatakan bahwa infeksi ulang virus covid-19 tidak mungkin terjadi. Banyak kalangan juga mengira bahwa ketika seorang pasien terinfeksi covid-19 sudah berhasil sembuh, antibodinya akan menciptakan kekebalan sehingga kecil kemungkinan untuk tertular kembali.

Namun munculnya tiga kasus pasien sembuh covid-19 di Indonesia yang dikabarkan terinfeksi kembali seolah-olah menganulir pendapat ini. Salah satu kasus terjadi di Blitar, kasus kedua terjadi di Sumatera Utara dan yang ketiga di Makassar.

Dari ketiga kasus ini, ketiganya kembali mengalami gejala klinis setelah dinyatakan sembuh dan sudah melakukan isolasi mandiri. Kasus pasien di Makassar merasakan gejala batuk dan diare yang tak tertahankan sehingga memaksa dirinya untuk melakukan tes ulang dan dinyatakan positif untuk kedua kalinya.

Menurut pakar kesehatan di Amerika Serikat kondisi ini bisa saja terjadi karena virus Covid-19 masih melekat pada tubuh pasien dan belum benar-benar disembuhkan. Sejauh ini para pakar belum pernah mengamati reaktivasi virus corona di luar Covid-19. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk bisa menyimpulkan bahwa reaktivasi virus Covid-19 memang mungkin terjadi.

Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh HongkongTrusted, sebagaimana dilansir dari healthline.com, menemukan adanya fragmen atau partikel RNA virus di dalam tinja sampai 33 hari setelah infeksi awal virus Covid-19 sementara dalam sampel saluran pernafasan sudah tidak terdeteksi.

Hal ini menunjukkan bahwa virus ini masih mungkin tertinggal dalam tubuh pasien yang dinyatakan telah sembuh. Oleh karenanya bisa saja bukan reaktivasi virus atau penularan ulang yang terjadi melainkan pasien tersebut belum benar-benar sembuh dari infeksi virus Covid-19.

Di sisi lain, sistem kekebalan yang mungkin terbentuk juga dinilai bisa terjadi dalam jangka waktu pendek sehingga pada saat antibodi melemah, penyakitnya bisa kambuh kembali. Dengan demikian, pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh harus tetap menjaga kesehatan serta menjalankan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah.

Sebisa mungkin hindari keramaian dengan menerapkan social and physical distancing. Kurangi beraktivitas di luar rumah. Jika terpaksa gunakan masker dan sarung tangan serta kenakan pakaian berlengan panjang. Ketika batuk dan bersin tutup bagian mulut dengan tisu atau lengan bagian dalam. Hindari menyentuh bagian wajah dan yang terpenting rutin mencuci tangan saat atau setelah beraktivitas. (jfs/kartakita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *