11 August 2022

HIMPUNAN MAHASISWA SUMATERA UTARA (HAMAS) GERUDUK DINAS PERDAGANGAN KOTA MEDAN, ADA APA?

Medan – Dugaan Peredaran ponsel Ilegal (Black Market) di Kota Medan terasa begitu kuat kebenarannya, hal itu karena banyak ponsel yang berada di tangan masyarakat yang berdomisili di Kota Medan tidak memiliki IMEI resmi dari Pemerintah.

Ironisnya, ponsel warga domisili Kota Medan yang tidak memiliki IMEI resmi tersebut sebagaian besar dibeli dari toko-toko ponsel di daerah Kota Medan.

Salah satu toko ponsel tersebut kami duga adalah PS Store Medan. Menurut keterangan salah satu pelanggan PS Store, ponsel dengan merk Iphone yang dijual PS Store tidak secara otomatis memiliki IMEI dan ICLOUD, sehingga seseorang yang membeli ponsel di Toko PS Store harus membeli IMEI dan ICLOUD lagi di Toko tersebut.

Sebagaimana diketahui, bahwa ponsel yang tidak memiliki IMEI sudah pasti merupakan ponsel ilegal, hal itu karena Pemerintah menerapkan aturan yakni seluruh ponsel yang beredar di Indonesia harus terdaftar nomor IMEI-nya di Kementrian Perindustrian.

“Selain toko Ps Store kami juga menduga bahwa peredaran ponsel ilegal juga terjadi di beberapa Pusat Perbelanjaan ternama di Kota Medan. Sampai saat ini kami belum melihat ada tindakan dari Pemerintah Kota Medan terkhusus Dinas Perdagangan Kota Medan, padahal perederan ponsel ilegal ini jelas telah menimbulkan kerugian bagi perekonomian negara” ungkap meysar selaku koordinator aksi pada Rabu (19/1).

Peredaran Ponsel ilegal ini pun bertentangan dengan UU No 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.
Untuk itu kami Himpunan Mahasiswa Sumatera Utara Hamas menuntut:

Meminta Kepala Dinas perdagangan kota Medan melakukan tindakan tegas menyikapi dugaan peredaran ponsel ilegal di Kota Medan.

Meminta Dinas perdagangan bersama-sama dengan Aparat Penegak Hukum menyegel toko ponsel yang terbukti menjual ponsel ilegal.

Meminta Walikota Medan Evaluasi Kinerja Kepala Dinas perdagangan kota Medan.