11 August 2022

KPU Kabupaten Purbalingga Lakukan Rakor DPB Triwulan Kedua Hasilkan 743.557 Pemilih

Karta Kita, Purbalingga – KPU Kabupaten Purbalingga melaksanakan Rakor Daftar Pemilih Berkelanjuta (DPB) tahun 2021 Triwulan II bersama Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Dinpendukcapil Kabupaten Purbalingga dan Kodim 0702 Purbalingga pada Selasa, (29/06/21).

Anggota KPU Purbalingga Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Catur Sigit Prastyo mengatakan bahwa terjadi perubahan pelaksanaan rakor DPB yang semula dilaksanakan setiap bulan sesuai Surat Plt. KPU RI Nomor 132/PL.02-SD/01/KPU/II/2021 berubah menjadi setiap triwulan sesuai dengan Surat KPU RI Nomor366/PL.02-SD/01/KPU/IV/2021.

“Perlu kami sampaikan bahwa Rakor DPB semenjak dikeluarkannya surat KPU RI Nomor 336 sebagai perubahan dari Surat 132 dilakukan setiap tiga bulan sekali. Oleh karenanya pemutakhiran DPB bulan April, Mei dan Juni dirapatkan sekaligus di Rakor DPB Triwulan II hari ini.” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Catur juga menjelaskan bahwa proses pemutakhiran DPB mengolah data yang diperoleh dari Dinpendukcapil, laporan masyarakat serta perangkat desa yang mayoritas merupakan data kematian.

“Harus kami akui bahwa ada kesulitan dalam memperoleh data pemilih baru dikarenakan kendala akses data dari Dinpendukcapil memang mengharuskan merilis Data Konsolidasi Bersih saja. Sulit bagi kami memperoleh data byname karena Dinpendukcapil hanya bisa memberikan data angka.” ungkapnya.

Catur menambahkan bahwa jika ada pemilih baru biasanya diperoleh dari laporan masyarakat untuk pemilih pemula dan masukan dari Kodim dan Polres untuk data anggota yang baru saja purnatugas. Adapun upaya yang dilaksanakan dengan bersurat resmi ke Dinas Pendidikan Provinsi Korwil IX untuk memperoleh data siswa yang berusia 17 tahun.

“Dampak dari lebih banyaknya data kematian dibanding data pemilih baru membuat jumlah data pemilih cenderung mengalami penurunan.” tambahnya.

Sementara itu anggota Bawaslu Kabupaten Purbalingga Misrad mengusulkan agar program sosialisasi atau pendidikan politik yang dilakukan KPU dapat dijadikan salah satu sarana untuk mensosialisasikan kegiatan pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan yang dilakukan oleh KPU.

“KPU perlu lebih gencar lagi melakukan sosialisasi DPB ini, selain mengoptimalkan sosialisasi daring melalui web dan medsos alangkah lebih baiknya memanfaatkan kegiatan sosdiklih.” ujar Misrad.

Di lain pihak, perwakilan Dinpedukcapil Budi Pranowo menyampaikan bahwa proses menghasilkan Data Konsolidasi Bersih memang harus melibatkan validasi dari Ditjen Capil. Hal inilah yang membuat Dinpendukcapil tidak bisa sembarang memberikan data.

Budi juga menambahkan bahwa data kematian dapat dilaporkan langsung oleh desa, tidak harus dilaporkan oleh keluarga yang meninggal.

“Desa bisa langsung melaporkan dan asalkan elemen data yang dilaporkan lengkap sebagaimana tertera pada akta kematian ya tidak apa-apa. Persoalannya selama ini, data dari desa diserahkan ke kecamatan tapi kecamatan hanya melaporkan dalam bentuk angka saja” terang Budi.

Kodim 0702 memberikan masukan data 7 anggotanya yang baru saja purnatugas. Data ini selanjutnya dimasukkan dalam rekapitulasi DPB. Dengan demikian, DPB Kabupaten Purbalingga tahun 2021 Triwulan II sebanyak 743.557 pemilih dengan rincian 373.801 pemilih laki-laki dan 369.756 pemilih perempuan. (jfs)