11 August 2022

Menkop UKM Puji Bisnis Model Koperasi Pertanian Max Yasa Purbalingga

sumber gambar: media indonesia

Purbalingga, Karta Kita — Menkop UKM Teten Masduki memuji model bisnis Koperasi Max Yasa Purbalingga karena berhasil menciptakan model bisnis dari hulu ke hilir. Koperasi yang berbasis pada pertanian ini bekerja sama dengan perusahaan yang menjamin pembelian hasil panen petani sehingga pasarnya bisa lebih terjamin.

Menariknya lagi, Koperasi ini melakukan pendampingan kepada petani dalam membudidayakan komoditi pertanian sesuai standar permintaan pasar. Jadi, petani tidak dilepas begitu saja namun dibantu memastikan hasil panen sesuai dengan permintaan pasar.

Diketahui Koperasi Max Yasa Purbalingga setidaknya bekerja sama dengan 500 petani kelas kecil namun didampingi demi mampu memenuhi permintaan pasar ekspor pertanian yakni sebanyak 750 kg bunci kenya per hari. Hal ini dapat dilakukan secara konsisten untuk ekspor ke Singapura.

Teten Masduki memuji peran pahlawan-pahlawan daerah yang telah mampu memberdayakan petani dan memperkuat sektor pertanian di daerah dengan memastikan penyaluran hasil panen. Ia juga memastikan Kemenkop UKM akan memberikan bantuan berupa pendanaan atau pembiayaan koperasi.

“Kita punya Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB). Kemenkop UKM akan bekerja sama dengan LPDB ini untuk membantu pembiayaan. Jadi tidak sekedar memberi subsidi pupuk dan bibit semata, meainkan juga membantu memperbesar bisnis model di daerah. Jangan sampai cerita petani terus-menerus tentang nestapa duka,” tambah Teten.